Emral Djamal bersama Nur Balkis dan 12 lainnya
MALIN BATU, LEGENDA BATU SEJARAH IV
Tuhanpun murka
laut berombak badai menggulung
gelombang menghempas
kapal pecah nakhoda karam di bandarnya
terdampar di pesisir samudera
si malin kaya disambar tasbih sigaga
malin hilang, kaya dikundang-kunda ng
hati terbuang
Sang Sangkala meniup nafiri Ilahi
anjing melolong di malam sepi
murai berkicau senja
ayam berkokok dinihari
batu-batu membatu
batu batu membatu, sunyi
hai batu !
batu membatu batu batu batu membatu
jadilah Maliiin.
Terdengar suara sipongang dalam lubuk
menembus langit tinggi di keheningan sepi,
menusuk hari-hariku di malam sunyi,
sendiri.
Lubuk Sipunai, 1994
Tuhanpun murka
laut berombak badai menggulung
gelombang menghempas
kapal pecah nakhoda karam di bandarnya
terdampar di pesisir samudera
si malin kaya disambar tasbih sigaga
malin hilang, kaya dikundang-kunda
hati terbuang
Sang Sangkala meniup nafiri Ilahi
anjing melolong di malam sepi
murai berkicau senja
ayam berkokok dinihari
batu-batu membatu
batu batu membatu, sunyi
hai batu !
batu membatu batu batu batu membatu
jadilah Maliiin.
Terdengar suara sipongang dalam lubuk
menembus langit tinggi di keheningan sepi,
menusuk hari-hariku di malam sunyi,
sendiri.
Lubuk Sipunai, 1994
Tidak ada komentar:
Posting Komentar